PSIKOSOMATIS PDF

adminComment(0)

Jun 2, psikosomatis gastritis dan memberi terapi gangguan psikologis bersama dengan kelainan somatisnya. Maka, pelayanan kesehatan. View/Open. WHO_TRS_pdf ( Mb) . View Statistics. Show Statistical Information. Altmetrics. Share. AddThis Sharing Buttons. Share to Facebook Share. Apr 17, PDF | Indonesia is highly populated of a total people Namun, psikosomatis gastritis hanya dilaporkan dari sangat sedikit pasien.


Psikosomatis Pdf

Author:EMILE CASHEN
Language:English, Indonesian, Japanese
Country:Bulgaria
Genre:Lifestyle
Pages:207
Published (Last):25.06.2016
ISBN:397-6-54154-956-8
ePub File Size:15.52 MB
PDF File Size:18.22 MB
Distribution:Free* [*Registration Required]
Downloads:29110
Uploaded by: MELISSA

The Journal of Psychosomatic Research is a multidisciplinary research journal covering all aspects of the relationships between psychology and. JURNAL PSIKOSOMATIS - Download as Word Doc .doc /.docx), PDF File .pdf), Text File .txt) or read online. JURNAL PSIKOSOMATIS. The PDF file you selected should load here if your Web browser has a PDF reader plug-in installed (for example, a recent version of Adobe Acrobat Reader).

Psychosomatic medicine: a new psychiatric subspecialty. Current trends in consultation-liaison psychiatry. Wise TN. Consultation liaison psychiatry and psychosomatics: strange bedfellows. Deter HC. Psychosomatic medicine and psychotherapy. Adv Psychosom Med ; Yale conference on behavioral medicine: a proposed definition and statements of goals.

J Behav Med ; 1: Miller NE. Behavioral medicine. Annu Rev Psychol ; Boston: Allyn and Bacon, Kroenke K.

Gangguan psikosomatis

Psychological medicine. BMJ ; McEwen BS. Physiology and neurobiology of stress and adaptation: central role of the brain. Physiol Rev ; Clinical characteristics of women with a history of childhood abuse.

JAMA ; Adult health status of women with histories of childhood abuse and neglect. Am J Med ; Romans S, Cohen M. Unexplained and underpowered: the relationship between psychosomatic disorders and interpersonal abuse. Harvard Rev Psychiatry ; Stress and the individual. Mechanisms leading to disease. Arch Intern Med ; Impact of psychological factors on the pathogenesis of cardiovascular disease and implications for therapy.

Circulation ; Psychosocial approach to endocrine disease. Review of psychosocial stress and asthma.

Thorax ; Picardi A, Abeni D. Stressful life events and skin disease. Actual causes of death in the United States, Rose G.

Anda Tidak Ingin Ketinggalan Update Artikel Terbaru?

Sick individuals and sick populations. In J Epidemiol ; Redesigning primary care practice to incorporate health behavior change. Integrating screening and interventions for unhealthy behaviors into primary care practices. Lipid screening and cardiovascular health in childhood.

Pediatrics ; World Health Organization. World Health Organization Constitution. Geneva: World Health Organization, Ryff CD, Singer B. Psychological well-being. Pressman SD, Cohen S.

Does positive affect influence health? Psychol Bull ; Chida Y, Steptoe A. Positive psychological well-being and mortality. Eriksson M, Lindstrom B. Antonovsky's sense of coherence scale and the relation with health: a systematic review.

Journal of Psychosomatic Research

J Epidemiol Community Health ; Heart and mind: 1 relationship between cardiovascular and psychiatric conditions.

Postgrad Med J ; New trends in alexithymia research.

Keluhan-keluhan yang dirasakan pasien terletak di bidang penyakit dalam seperti keluhan sistem kardiovaskuler, sistem pernafasan, saluran cerna, saluran urogenital, dan sebagainya Shatri, Keluhan tersebut adalah manifestasi ketidakseimbangan saraf outonom vegetatif seperti sakit kepala, pusing, serasa mabuk, cenderung untuk pingsan, banyak berkeringat, jantung berdebar-debar, sesak nafas, kaki dan tangan dingin, kesemutan, merasa panas dan dingin seluruh tubuh, gangguan pada lambung dan usus, dan banyak lagi gejala lainnya.

Seringkali keluhan berpindah-pindah dari sistem organ ke sistem organ lainnya dan kemudian menghilang dalam waktu singkat. Gangguan psikosomatis umumnya terjadi pada pasien dengan depresi atau pasien dengan ansietas. Pada gangguan kecemasan terdapat komponen psikologis yang meliputi khawatir, gugup, tegang, cemas, rasa tak aman, takut, dan lekas terkejut.

Sedangkan komponen somatisnya berupa palpitasi, keringat dingin pada telapak tangan, tekanan darah meninggi, sakit kepala, peristaltik bertambah diare , gangguan pernafasan takipneu dan leukositosis. Kecemasan terjadi karena tubuh gagal melakukan adaptasi terhadap stressor. Kegagalan adaptasi tersebut menyebabkan terjadinya perubahan keadaan fungsional berbagai neurotransmitter dan sistem pemberi sinyal intraneuronal sehingga pengaturan sistem adrenergik berubah.

Perubahan tersebut berupa penurunan regulasi dari reseptor adrenergik beta yang mempengaruhi penurunan norepinefrin dan serotonin. Sinyal-sinyal tersebut kemudian dikirim ke korteks serebri, sistem limbik amigdala dan hipokampus , batang otak dan medulla spinalis yang menghasilkan respon rasa takut yang berlebih berupa cemas.

Tekanan darah yang meninggi pada pasien di skenario terjadi karena adanya stressor berlebih yang menyebabkan peningkatan epineprin dan penurunan norepineprin. Mereka menganggap sensasi fisik dalam tubuh mereka berbahaya dan mengancam, dan biasanya berpikir hal-hal yang buruk mengenai kesehatan mereka meskipun tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut.

Sebagai contoh, seseorang yang menjalani operasi bedah yang tidak memiliki komplikasi apa-apa, tetapi kekhawatiran mereka terhadap sensasi fisik pasca operasi dapat menyebabkan diri mereka cacat Psychology Today, Kekhawatiran mengenai kesehatan akan menjadi ekstrem pada seseorang yang memiliki SSD dan hal tersebut akan menjadi fokus pada identitas seseorang dan mendominasi hubungan mereka dengan yang lainnya.

Mereka juga seringkali mengakses perawatan medis dengan persentase yang tinggi, meskipun tingkat perawatan medis yang mereka lakukan jarang membuat kecemasan mereka terhadap kesehatan menjadi lebih baik.

JURNAL PSIKOSOMATIS

Masih dikutip dari Psychology Today , diperkirakan terdapat 5 — 7 persen orang yang memiliki kondisi ini dan perempuan cenderung lebih merasakan gejala-gejala yang berkaitan dengan fisik dibanding laki-laki—maka dari itu, penyebaran SSD diperkirakan lebih tinggi pada perempuan.

Gangguan Kecemasan Penyakit Illness Anxiety Disorder Illness anxiety disorder menurut DSM-5 ditandai oleh ketakutan berlebihan bahwa seseorang memiliki atau terkena penyakit serius pada diri sendiri. Selain itu, mereka memiliki kecemasan akan kesehatan yang tinggi, serta gejala-gejala yang dapat dilihat dari perilaku yang ditampakkan—contohnya memeriksakan tubuh secara berulang-ulang Newby dkk. Individu yang memiliki Illness anxiety disorder dapat diklasifikasikan menjadi dua; seorang yang mencari perawatan mereka yang menggunakan perawatan kesehatan secara berlebihan , atau seorang yang menghindari perawatan itu sendiri mereka yang jarang sekali melakukan perawatan kesehatan atau terus menghindari doktor.

Jika gangguan ini dikaitkan dengan SSD, menurut Newby dkk. Individu dengan gangguan kecemasan penyakit memiliki tingkat kecemasan yang tinggi mengenai kesehatan mereka dan mudah khawatir bahwa mereka terserang penyakit. Contohnya, seseorang yang kecemasannya segera muncul ketika mereka mendengar bahwa orang lain jatuh sakit atau ketika mereka membaca berita tentang suatu penyakit Psychology Today, Mereka juga mudah khawatir tentang status kesehatannya dan melakukan perilaku berlebihan yang berhubungan dengan kesehatan mereka, seperti mengecek tubuh mereka secara berulang untuk mengetahui apakah mereka mendapatkan pertanda suatu penyakit.

Beberapa orang dengan kondisi ini akan menghindari situasi yang mereka takutkan akan menyebabkan diri mereka jatuh sakit, seperti bertemu dengan dokter, mengunjungi fasilitas kesehatan, atau menjenguk sanak saudara yang sedang sakit. Penyebab dari gangguan kecemasan penyakit hingga saat ini tidak diketahui.

Umumnya diperkirakan sebagai kondisi kronis yang dimulai sejak memasuki tahap dewasa awal dan pertengahan. Kondisi stres yang besar dalam hidup dapat mengawali perkembangan gejalanya dalam beberapa kasus. Sebagai tambahan, riwayat kekerasan masa kecil atau penyakit parah masa kanak-kanak dapat menjadi faktor resiko yang kemudian akan berkembang menjadi gangguan kecemasan penyakit tersebut.

Yang membedakan gangguan ini dengan gangguan gejala somatis SSD bahwa pada SSD—fokusnya terdapat pada rasa stres yang disebabkan oleh gejala tertentu. Hal yang paling pokok pada gangguan konversi adalah adanya ketidakcocokan antara gejala yang dialami individu dengan kondisi neurologis atau medis yang selama ini diketahui.

Menurut Jabeen, dkk.

Meskipun terdapat kurangnya diagnosis yang pasti, rasa stres yang dialami terasa sangat nyata dan gejala-gejala fisik yang dialami oleh pengidap gangguan konversi tidak dapat mereka kontrol secara sadar. Gangguan konversi ada banyak presentasi dan gejalanya. Gejala motorik meliputi rasa lemah atau kelumpuhan, gerakan abnormal seperti tremor, dan kesulitan berjalan. Terkadang, pengidap gangguan konversi mengalami gejala sensorik pula, seperti sensasi dari kulit yang berubah, berkurang, atau tidak ada sama sekali.

Gejala umum lainnya meliputi rangkaian episode dari ketiadaan respon yang menyerupai pingsan atau koma, volume suara yang berkurang atau hilang, perubahan pada artikulasi ketika berbicara, dan sensasi adanya sesuatu yang mengganjal di tenggorokan, serta penglihatan ganda Psychology Today, Faktor Psikologis yang Memengaruhi Kondisi Medis Lainnya Psychological Factors Affecting Other Medical Conditions Hal yang paling esensial dari faktor psikologis yang memengaruhi kondisi medis lainnya menurut DSM-V adalah terdapatnya satu atau lebih faktor psikologis ataupun tingkah laku yang signifikan dan memengaruhi kondisi medis sehingga terjadi peningkatan resiko dari rasa sakit, kecacatan, dan kematian pada diri seseorang.

Faktor-faktor tersebut dapat menjadikan kondisi medis lebih buruk dengan cara memengaruhi kemajuan penyembuhan dan pengobatan, serta dengan membentuk faktor resiko kesehatan tambahan.

Selain itu, faktor-faktor psikologis ini dapat memengaruhi penyakit yang dimiliki dan menyebabkan gejalanya semakin memburuk atau menyebabkan perlunya perhatian medis. Contoh-contoh klinis umum termasuk kecemasan, memperparah kondisi asma, pasien diabetes yang memanipulasi insulin sehingga berat badan terlihat menurun, seorang perempuan yang mengabaikan benjolan di payudara, dan lain-lain Leigh, DSM-V menyatakan bahwa diagnosis dari faktor psikologis yang memengaruhi kondisi medis lainnya haruslah dikhususkan untuk situasi dimana faktor psikologis dalam kondisi medis memiliki akibat yang terbukti.

Selain itu, apabila terdapat perkembangan pada gejala-gejala abnormal psikologis maupun tingkah laku sebagai hasil dari kondisi medis, seharusnya didiagnosis sebagai gangguan penyesuaian adjustment disorder.Short-term psychodynamic psychotherapy for somatic disorders. Arch Intern Med ; Lishman WA.

Presentation Description

Consultation liaison psychiatry and psychosomatics: strange bedfellows. Treatment of Abnormal Illness Behaviour For many years, abnormal illness behaviour has been viewed mainly as an expression of personality predisposition and considered to be refractory to treatment by psychotherapeutic methods.

Diestimasikan terdapat 1 persen dari pasien rumah sakit memenuhi kriteria dari gangguan buatan.